Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ini Perbedaan Pilih Investasi Reksadana Apa Investasi Di Saham

Apa sih perbedaan antara Saham dan Reksadana saham atau index dan strategi apa yang sebaiknya investasi di saham dan setrategi seperti apa yang sebaiknya investasi di Reksadana saham.

Pilih Investasi Reksadana Apa Saham

Ada beberapa pertanyaan dari orang-orang mending pilih saham atau pilih Reksadana Mungkin pada bingung, kalau mau investasi jangka panjang sebaiknya pilih saham sendiri atau pilih Reksadana, ketika investasi di saham kita harus buka akun di sekuritasnya sendiri ketika kita sudah punya akun maka kita harus menentukan komposisinya sendiri Kita mau beli saham apa 


Investasi Reksadana itu memang lebih simpel kita buka akun di agen penjual efek Reksadana, kalau sekuritas saham contohnya ipot, Ajaib dan stokbit, kalau agen penjual efek reksadana itu contohnya adalah Bibit, bareksa, ipot dan lainnya. 


Dengan membeli misalnya indeks IDX30 sobat investor tidak perlu lagi pusing-pusing, yang sama saham apa saja yang harus dibeli komposisi saham seperti apa, dengan pembelian uang 100 ribu secara otomatis sudah tersebar Ke 30 perusahaan saham terbaik sesuai yang ditentukan oleh Bursa Efek Indonesia yaitu Reksadana Index IDX30 seperti Bank BCA,BRI,BNI, perusahaan Telkom, Astra, Unilever, Gudang Garam dan seterusnya.


Orang seperti apa yang cocok untuk investasi di saham dan orang seperti apa yang cocok untuk investasi di Reksadana itu memiliki ciri-ciri seperti berikut.

  1. Tidak tahu apa-apa tentang saham tetapi ingin merasakan benefit dari tumbuhnya pasar saham di Indonesia salah satu indikator untuk mengecek pertumbuhan pasar sambil Indonesia adalah perkembangan dari indeks kita yaitu IHSG. Dimana IHSG mulai berdiri di tahun 1986 sampai sekarang itu punya imbal hasil sekitar 11-12% pertahun, dengan kita investasi di reksadana indeks tanpa ada pengetahuan apapun kita bisa mendapatkan return yang serupa atau mirip dengan index atau perekonomian yang ada di Indonesia.
  2. Kalau kita investasi di Reksadana indeks kita tidak mencari keuntungan yang setinggi-tingginya tapi kita hanya mencari keuntungan seperti rata-rata dari pasar saham indonesia sekitar 11-12% pertahun.
  3. Tidak punya waktu untuk membangun portfolio saham sendiri, karena dari pagi sampai malam sibuk bekerja tidak ada waktu sedikit untuk belajar tentang laporan keuangan tidak ada waktu juga untuk memahami perusahaan itu seperti apa ataupun menganalisa secara fundamental maka memang pilihan terbaik adalah investasi di Reksadana.
  4. Ingin Investasi secara simpel memakai strategi yang bernama DCA yaitu Dollar Cost Averaging atau nabung rutin dengan nominal uang yang sama tiap bulan.

Untuk orang yang sudah bisa memilih investasi di saham adalah orang yang punya ciri-ciri sebagai berikut yang 

  1. Ingin mendapatkan imbal hasil di atas rata-rata pasar atau di atas rata-rata IHSG yaitu lebih dari 12% pertahun, kalau kita lihat Investor terbaik di dunia Warren Buffet itu imbal hasil nya 22% pertahun secara konsisten sepanjang 50 tahun lebih, inilah yang menjadikan dia masuk di jajaram 10 besar orang terkaya di dunia.
  2. Investasi di saham bukan karena sekedar ikut-ikutan teman kalian ataupun oleh influencer saham beli "a"maka kita ikut-ikutan beli "a" bukan itu alasan kita untuk investasi di saham.
  3. Mau berinvestasi ke diri sendiri dengan mempelajari strategi investasi yang bisa Beat the market dalam jangka panjang, dalam strategi investasi saham ada aliran-aliran yang bermacam-macam untuk bisa mencapai yang namanya Beat the market untuk mengalahkan IHSG ada aliran teknikal ada aliran bandarmology ada aliran yang terkait dengan market timing ataupun kita bisa menentukan sendiri aliran apa yang pas dan di yakini bisa Beat the market, Kalau Warren Buffet lebih memilih aliran fundamental segala sesuatu yang ada kaitannya dengan bisnis perusahaan atau melihat laporan keungan dari perusahaan tersebut. 

Ada tiga elemen untuk bisa sukses sebagai investor saham yaitu kesabaran kemudian disiplin dan juga bisa mengontrol resiko dan ini paling penting mau repot dan punya waktu lebih untuk membangun portfolio saham Jadi kalau seandainya sobat investor punya waktu dua jam perhari untuk belajar tentang bisnis perusahaan baca laporan keuangan terus-menerus belajar, maka sobat investor bisa untuk investasi di saham. silakan Tentukan sendiri lebih cocok mana investasi di saham atau investasi di Reksadana indeks


Apa yang dikatakan oleh Warren Buffett adalah opsi terbaik investor yang tidak tahu apa-apa adalah membeli low-cost index fund artinya membeli Reksadana indeks dengan expense ratio yang rendah bisa jadi kita tidak ada waktu atau tidak Begitu jago untuk belajar investasi tapi di dunia nyata untuk mencari uang active income kita jago Kenapa kita tidak Konsentrasikan waktu kita saja untuk mencari uang sebanyak-banyaknya dan kita biarkan investasi kita di Reksadana indeks.