Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Trader Dan Investor Saham

Emangnya beda ya Trader saham dan investor saham ? Ternyata dua hal ini adalah sesuatu yang berbeda-beda, investor dan trader sama-sama pengen nyari keuntungan lewat pasar modal, penting bagi kita untuk tahu sebenarnya kita ini investor atau trader Kenapa penting karena ini berhubungan dengan materi-materi yang harus kita kuasai sebelum akhirnya terjun ke pasar modal dan mendapatkan keuntungan. 


Perbedaan Tader Dan Investor

Ada dua perbedaan antara Trader dan investor 

  • Trader Saham

Dari jangka waktunya dan yang kedua adalah cara analisanya, yang pertama jangka waktu trader saham cenderung pengen menghasilkan keuntungan dari pasar modal dalam jangka waktu yang relatif pendek bisa bulanan mingguan harian bahkan hitungan menit doang pertanyaannya adalah Emangnya bisa ? jawabannya adalah bisa.

Trader dalam bahasa Indonesianya adalah pedagang sementara dagang dalam KBBI artinya adalah pekerjaan yang berhubungan dengan Menjual dan membeli barang untuk memperoleh keuntungan kalau trader saham berarti barangnya disini adalah lembaran saham trader akan memanfaatkan fluktuasi harga saham untuk memperoleh keuntungan Karena perusahaan yang bagus atau jelek banget sekalipun harganya di pasar modal bisa naik dan turun dengan sangat cepat, trader akan membeli saham di harga rendah dan jual di harga yang lebih tinggi.


Teorinya begitu biar bisa dapat keuntungan pada praktiknya Apakah seindah itu ? Ayo coba ambil contoh nya kita pakai saham perusahaan termahal di Indonesia yaitu bank BCA, kita coba lihat grafik harga bank BCA pada periode 15 Juni 2002 bank.bca adalah perusahaan yang sangat-sangat bagus nomor satu di Indonesia dilihat dari kapitalisasi pasarnya perusahaan sebagus ini pun dalam hitungan harian harga sahamnya juga mengalami naik dan turun inilah yang dinamakan fluktuasi harga saham.


Kenapa bisa naik dan turun harganya dalam kasus harga saham harian ini yang menyebabkan harga naik dan turun itu cuman seberapa banyak yang mau beli dan seberapa banyak yang mau jual di hari tersebut Kalau banyakan yang mau beli harganya pasti akan naik sebaliknya kalau banyakan yang mau jual harganya akan turun hukum penawaran dan permintaan. 


Singkatnya adalah karena saat Ini kebanyakan yang mau beli daripada yang mau jual kita bisa lihat sendiri disaat 09.20 harga saham BCA diperjual belikan dengan harga 7400 Rupiah per lembar, kemudian pada jam 09.25 harga sahamnya naik menjadi 7500 rupiah per lembar alias naik Rp100 dibandingkan dengan lima menit sebelumnya .

  1. Seorang trader atau yang lebih populernya disebut sebagai scalper memanfaatkan hal ini untuk mendapatkan keuntungan secara singkat dari pasar modal, Misalnya si trader ini beli satu lot saham BCA di harga 7400 perlembar berarti uang yang di keluarin adalah 740.000 di jam 09:20 saat 09:25 waktu harganya naik Jadi 7500 perlembar lalu melakukan penjualan, berarti 100 lembar saham BCA yang dia punya itu dijual dengan harga 750.000 di sini aja si scalper ini udah dapet untung Rp.10.000 dari selisih harga saham BCA dalam jangka waktu lima menit Apakah 10.000 sedikit ya sedikit itu kalau dia belinya hanya satu 1 lot Kalau belinya 100 lot atau 10.000 lembar berarti dalam 5 menit dia bisa dapat untung Rp100.000 lumayan kan walaupun menggunakan modal yang lebih besar.
  2. Ada juga sebutannya Day trader atau pedagang harian dia misalnya beli saham bank BCA 1 lot di jam 09.20 diharga 7400 lalu dijual kurang lebih enam jam kemudian diharga 7900 akan dapat untung sebesar 50.000 rupiah dengan modal sekitar 740.000.
  3. Jenis trader lainnya ada yang namanya swing trader yang mana jangka waktu memegang saham yaitu lebih panjang sekitar mingguan bulanan bahkan hingga tahunan.
Kira-kira itu adalah konsep dari trader memanfaatkan naik turunnya harga saham dalam jangka pendek untuk memperoleh keuntungan, idealnya adalah beli di harga yang rendah lalu dijual dengan harga yang lebih tinggi jangan sampai kebalik.

  • Investor Saham

sedangkan kalau investor cenderung untuk memegang saham tersebut dalam jangka waktu yang relatif lebih panjang dibandingkan dengan trader karena orang tersebut percaya dengan kinerja perusahaan tersebut, singkat nya kalo perusahaan kinerja nya bagus nanti keuntungannya sebagian dibagikan dalam bentuk dividen (bagi hasil) sebagian lagi dijadikan tambahan modal untuk tahun selanjutnya sampai akhirnya perusahaannya makin lama makin besar dan setiap tahun akan mendapatkan dividen.


Sehingga di kemudian hari Seandainya mau di jual dia bisa menjual saham yang dia punya dengan harga yang lebih tinggi jadi ada dua kategori yang dicari investor yaitu dividen dan peningkatan harga saham perlembarnya sehingga dia nggak peduli terhadap naik turunnya harga saham dalam jangka pendek.


Sebenarnya ada satu golongan terakhir di pasar modal yaitu adalah gembler alias penjudi, kalau trader itu berilmu bisa analisa teknikal Beda dengan golongan gembler alias yang suka berspekulasi di pasar modal.


Tetapi baik investor, trader ataupun gembler semua harus punya rekening saham dulu, beli sahamnya harus lewat aplikasi sekuritas salah satunya adalah lewat aplikasi ajaib sekuritas bisa download efeknya di handphone ataupun gadget lainnya daftarnya bisa pakai kode ( eful816biar dapat satu koin yang koin nya nanti bisa ditukarin dengan satu lot saham gratis dari ajaib setelah elu melakukan investasi pertama kali setelah lu daftar ini selanjutnya tinggal nunggu deh datanya diverifikasi lalu pas udah selesai elu akan langsung punya rekening saham atau RDN.


Sebagai kesimpulan kita nggak bisa untuk bilang investor lebih baik daripada trader ataupun sebaliknya trader lebih baik daripada investor karena dua-duanya selama dipelajari dengan baik ujungnya sama yaitu menghasilkan keuntungan juga yang perlu diperhatikan disini adalah kita cocok nya dengan gaya dan metode apa kalau misalnya punya banyak waktu untuk mantengin grafik dari pasar modal.


Kalau misalnya pola grafik begini selanjutnya akan begitu mungkin cocoknya untuk menjadi trader saham tapi buat yang nggak paham dengan segala macam grafik terus gak suka deg-degan depan layar monitor lihatin harga naik turun dan lebih suka untuk mencari tahu perusahaannya Ngapain jualan apaan untungnya dari mana dan lain-lain mungkin ini cocoknya untuk menjadi investor saham bukan trader saham 


Tapi kalau ternyata ngga ada waktu untuk mantengin grafik dan juga nggak suka  belajar untuk menganalisis perusahaan karena pasti ribet, kalau begitu nggak usah investasi dalam bentuk saham enggak ada yang maksa juga Mungkin kamu bisa coba pelajari yang lain seperti deposito, obligasi negara atau Reksadana karena instrumen investasi itu ada banyak bukan saham doang kamu bisa memilih instrumen apapun yang memang sesuai dengan kepribadian kamu sendiri.